1. Perlunya Bimbingan
Salah satu yang mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu kecakapan dan ketangkasan belajar berbeda secara individual. Meski demikian, kita dapat membantu siswa dengan petunjuk-petrunjuk umum tentang cara belajar efisien sehingga dapat menjamin kesuksesan siswa. Tanpa usaha, kesuksesan tidak akan tercapai.
2. Kondisi dan Strategi Belajar
Untuk meningkatkan cara belajar efektif agar siswa dapat meningkatkan kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan instruksional, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut :
a) Kondisi Internal
Yaitu kondisi yang ada di dalam diri siswa (kesehatan, keamanan, ketentraman).
Yaitu kondisi yang ada di dalam diri siswa (kesehatan, keamanan, ketentraman).
Menurut Maslow ada 7 jenjang kebutuhan primer manusia yang harus dipenuhi yaitu :
(1) Kebutuhan fisiologis
Yaitu kebutuhan jasmani manusia (makan, minum, istirahat, kesehatan). Agar dapat belajar efektif dan efisien siswa siawa harus menjaga kesehatan agar tidak mengganggu konsentrasi belajar.
(2) Kebutuhan akan keamanan
Manusia membutuhkan ketentraman dan keamanan jiwa. Agar cara belajar dapat ditingkatkan kearah yang efektif maka harus dapat menjaga keseimbangan emosi dengan demikian munculah perasaan aman dan konsentrasi pikiran dapat dipusatkan.
(3) Kebutuhan akan kebersamaan dan cinta
Hidup itu perlu kasih sayang, cinta dari orang-orang terdekat, sehingga memunculkan kebahagiaan. Keinginan untuk diakui sama dengan orang lain merupakan kebutuhan primer. Oleh karena itu belajar bersama kawan-kawan lain dapat meningkatkan pengetahuan dan ketajaman berpikir. Maka diperlukan cara berpikir yang terbuka, kerja sama, memilih materi yang tepat, dan ditunjang visualisasi.
(4) Kebutuhan akan Status
Misalnya keinginan akan keberhasilan. Untuk kelancaran belajar, perlu optimis percaya akan kemampuan diri dan yakin bahwa ia akan dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. Sehingga dengan usahanya itu ada keinginan dapat berhasil dan pastinya banyak berguna bagi dirinya.
(5) Kebutuhan self-actualisation.
Belajar efektif dapat diciptakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri, sehingga siswa harus yakin bahwa dengan belajar yang baik akan dapat membantu tercapainya cita-cita.
(6) Kebutuhan untuk mengerti dan mengetahui
Yaitu kebutuhan untuk memuaskan rasa ingin tahu, memperoleh pengetahuan, informasi dan memahami sesuatu. Hanya melalui belajarlah kebutuhan ini dapat terwujud.
(7) Kebutuhan estetik
Yaitu kebutuhan yang dimanifestasikan sebagai kebutuhan akan kateraturan, keseimbangan dan kelengkapan dari suatu tindakan. Terpenuhi jika siswa belajar tak henti-hentinya tidak hanya selama pendidikan formal saja, tetapi juga setelah selesai, setelah bekerja, berkeluarga serta berperan dalam masyarakat.
Yaitu kebutuhan jasmani manusia (makan, minum, istirahat, kesehatan). Agar dapat belajar efektif dan efisien siswa siawa harus menjaga kesehatan agar tidak mengganggu konsentrasi belajar.
(2) Kebutuhan akan keamanan
Manusia membutuhkan ketentraman dan keamanan jiwa. Agar cara belajar dapat ditingkatkan kearah yang efektif maka harus dapat menjaga keseimbangan emosi dengan demikian munculah perasaan aman dan konsentrasi pikiran dapat dipusatkan.
(3) Kebutuhan akan kebersamaan dan cinta
Hidup itu perlu kasih sayang, cinta dari orang-orang terdekat, sehingga memunculkan kebahagiaan. Keinginan untuk diakui sama dengan orang lain merupakan kebutuhan primer. Oleh karena itu belajar bersama kawan-kawan lain dapat meningkatkan pengetahuan dan ketajaman berpikir. Maka diperlukan cara berpikir yang terbuka, kerja sama, memilih materi yang tepat, dan ditunjang visualisasi.
(4) Kebutuhan akan Status
Misalnya keinginan akan keberhasilan. Untuk kelancaran belajar, perlu optimis percaya akan kemampuan diri dan yakin bahwa ia akan dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. Sehingga dengan usahanya itu ada keinginan dapat berhasil dan pastinya banyak berguna bagi dirinya.
(5) Kebutuhan self-actualisation.
Belajar efektif dapat diciptakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri, sehingga siswa harus yakin bahwa dengan belajar yang baik akan dapat membantu tercapainya cita-cita.
(6) Kebutuhan untuk mengerti dan mengetahui
Yaitu kebutuhan untuk memuaskan rasa ingin tahu, memperoleh pengetahuan, informasi dan memahami sesuatu. Hanya melalui belajarlah kebutuhan ini dapat terwujud.
(7) Kebutuhan estetik
Yaitu kebutuhan yang dimanifestasikan sebagai kebutuhan akan kateraturan, keseimbangan dan kelengkapan dari suatu tindakan. Terpenuhi jika siswa belajar tak henti-hentinya tidak hanya selama pendidikan formal saja, tetapi juga setelah selesai, setelah bekerja, berkeluarga serta berperan dalam masyarakat.
b) Kondisi Eksternal
Yaitu kondisi di luar pribadi manusia (kebersihan rumah, penerangan, keadaan lingkungan fisik lain)
Yaitu kondisi di luar pribadi manusia (kebersihan rumah, penerangan, keadaan lingkungan fisik lain)
(1) ruang belajar harus bersih, tak ada bau-bauan yang mengganggu konsentrasi pikiran
(2) ruangan cukup terang, sehingga tidak mengganggu mata,
(3) cukup sarana yang diperlukan untuk belajar,
(2) ruangan cukup terang, sehingga tidak mengganggu mata,
(3) cukup sarana yang diperlukan untuk belajar,
c) Strategi Belajar
(1) Keadaan Jasmani
Diperlukan keadaan jasmani yang sehat untuk mencapai hasil yang baik.
(2) Keadaan Emosional dan Sosial
Siswa yang merasa jiwanya tertekan, yang selelu dalam keadaan takut akan kegagalan yang mengalami kegoncangan karena emosi-emosi yang kuat tidak dapat belajar efektif. Demikian pula bila seorang siswa tidak disukai oleh temannya maka akan menemui kesulitan belajar.
(3) Keadaan Lingkungan
Untuk belajar diperlukan konsentrasi pikiran sehingga diperlukan tempat yang tenang, dan peralatan belajar harus sudah disediakan sebelum belajar dimulai, agar tidak terputus-putus belajarnya.
(4) Memulai Belajar
Diperlukan ketepatan waktu dalam belajar agar tidak dirasakan keengganan untuk belajar. Dapat dilakukan dengan suatu perintah kepada diri sendiri untuk mulai belajar tepat waktu.
(5) Membagi pekerjaan
Menentukan apa yang dapat dan harus dikerjakan dalam waktu tertentu. Menyelesaikan tugas dengan perencanaan akan memberi perasaan sukses yang menggembirakan dan menambah kegiatan belajar. Dengan semboyan Devide et Impera optimis menyelesaikan pekerjaan yang banyak.
(6) Adakan Kontrol
Kontrol pada akhir belajar, hingga manakah bahan itu telah dikuasai. Kalau hasil kurang baik, akan nyata kekurangan-kekuranga, maka memerlukan latihan-latihan khusus lagi.
(7) Pupuk Sikap Optimistis
Lakukan segala sesuatu dengan sempurna, pekerjaan yang baik memupuk suasana kerja yang menggembirakan dan berpikirlah optimis, bahwa saya pasti bisa.
(8) Waktu Bekerja
Kita harus mematok waktu dalam bekerja, sehingga dalam waktu yang sudah ditentukan maka pekerjaan itu harus selesai, kerena menyeleweng dari waktu itu kegagalan.
(9) Buatlah suatu Rencana Kerja
Dengan adanya rencana kerja dengan pembagian waktu dan lain sebagainya maka suatu pekerjaan akan terlaksana dengan baik.
(10) Menggunakan Waktu
Menggunakan waktu tidak berarti bekerja sampai habis tenaga, tapi kerja sungguh-sungguh dengan tenaga dan perhatian untuk menyelesaikan suatu tugas. Sehingga menyelesaikan tugas tidak perlu diundur-undur, agar tidak membuang waktu.
(11) Belajar Keras Tidak Merusak
Belajar penuh konsentrasi tidak merusak, sedangkan menggunakan waktu tidur untuk belajar ialah merusak kerena mengurangi waktu istirahat akan merusak badan.
(12) Cara Mempelajari Buku
Sebelum membaca buku lebih dahulu kita coba memperoleh gambaran secara garis besar tentang buku itu.
(13) Mempertinggi kecepatan Membaca
Seorang pelajar sekurang-kurangnya harus mencapai 200 kata / menit dengan cara baca lompatan mata tanpa mengucapkan/ pergerakan bibir / dalam hati karena dapat memperlambat kecepatan.
(14) Jangan Membaca Belaka
Selain membaca kita juga harus memahami isi dari bacaan dan dapat mengatakannya kembali dengan kata-kata sendiri.
Diperlukan keadaan jasmani yang sehat untuk mencapai hasil yang baik.
(2) Keadaan Emosional dan Sosial
Siswa yang merasa jiwanya tertekan, yang selelu dalam keadaan takut akan kegagalan yang mengalami kegoncangan karena emosi-emosi yang kuat tidak dapat belajar efektif. Demikian pula bila seorang siswa tidak disukai oleh temannya maka akan menemui kesulitan belajar.
(3) Keadaan Lingkungan
Untuk belajar diperlukan konsentrasi pikiran sehingga diperlukan tempat yang tenang, dan peralatan belajar harus sudah disediakan sebelum belajar dimulai, agar tidak terputus-putus belajarnya.
(4) Memulai Belajar
Diperlukan ketepatan waktu dalam belajar agar tidak dirasakan keengganan untuk belajar. Dapat dilakukan dengan suatu perintah kepada diri sendiri untuk mulai belajar tepat waktu.
(5) Membagi pekerjaan
Menentukan apa yang dapat dan harus dikerjakan dalam waktu tertentu. Menyelesaikan tugas dengan perencanaan akan memberi perasaan sukses yang menggembirakan dan menambah kegiatan belajar. Dengan semboyan Devide et Impera optimis menyelesaikan pekerjaan yang banyak.
(6) Adakan Kontrol
Kontrol pada akhir belajar, hingga manakah bahan itu telah dikuasai. Kalau hasil kurang baik, akan nyata kekurangan-kekuranga, maka memerlukan latihan-latihan khusus lagi.
(7) Pupuk Sikap Optimistis
Lakukan segala sesuatu dengan sempurna, pekerjaan yang baik memupuk suasana kerja yang menggembirakan dan berpikirlah optimis, bahwa saya pasti bisa.
(8) Waktu Bekerja
Kita harus mematok waktu dalam bekerja, sehingga dalam waktu yang sudah ditentukan maka pekerjaan itu harus selesai, kerena menyeleweng dari waktu itu kegagalan.
(9) Buatlah suatu Rencana Kerja
Dengan adanya rencana kerja dengan pembagian waktu dan lain sebagainya maka suatu pekerjaan akan terlaksana dengan baik.
(10) Menggunakan Waktu
Menggunakan waktu tidak berarti bekerja sampai habis tenaga, tapi kerja sungguh-sungguh dengan tenaga dan perhatian untuk menyelesaikan suatu tugas. Sehingga menyelesaikan tugas tidak perlu diundur-undur, agar tidak membuang waktu.
(11) Belajar Keras Tidak Merusak
Belajar penuh konsentrasi tidak merusak, sedangkan menggunakan waktu tidur untuk belajar ialah merusak kerena mengurangi waktu istirahat akan merusak badan.
(12) Cara Mempelajari Buku
Sebelum membaca buku lebih dahulu kita coba memperoleh gambaran secara garis besar tentang buku itu.
(13) Mempertinggi kecepatan Membaca
Seorang pelajar sekurang-kurangnya harus mencapai 200 kata / menit dengan cara baca lompatan mata tanpa mengucapkan/ pergerakan bibir / dalam hati karena dapat memperlambat kecepatan.
(14) Jangan Membaca Belaka
Selain membaca kita juga harus memahami isi dari bacaan dan dapat mengatakannya kembali dengan kata-kata sendiri.
Saran-saran untuk mempertinggiefisiensi membaca :
(a) baca suatu pelajaran seluruhnya dengan cepat
(b) Baca lebih lambat untuk kedua kalinya
(c) Ulangi dan camkan
(d) Buat rangkuman
(a) baca suatu pelajaran seluruhnya dengan cepat
(b) Baca lebih lambat untuk kedua kalinya
(c) Ulangi dan camkan
(d) Buat rangkuman
a. cegah “craming”
yaitu menumpuk pelajaran sampai saat terakhir yakni bila saat ulangan / ujian sudah dekat sehingga mereka diburu-buru wakt. Kita lebih baik mengadakan tiga kali ulangan masing-masing dalam waktu 20 menit (distributed learning) oleh sebab :
(a) pengertian yang mendalam diperoleh bila bahan itudirenungkan berkali-kali;
(b) pengertian adalah soal pertumbuhanyangterjadi selama waktu antara 2 ulangan;
(c) penyebaran waktu ulangan mencegah lupa.
b. Membuat Catatan
Merupakan outline / rangkuman tentang gambaran garis-garis besar pelajaran itu. Catatan itu berfaedah bila kita hendak mengulangnya kelak.
yaitu menumpuk pelajaran sampai saat terakhir yakni bila saat ulangan / ujian sudah dekat sehingga mereka diburu-buru wakt. Kita lebih baik mengadakan tiga kali ulangan masing-masing dalam waktu 20 menit (distributed learning) oleh sebab :
(a) pengertian yang mendalam diperoleh bila bahan itudirenungkan berkali-kali;
(b) pengertian adalah soal pertumbuhanyangterjadi selama waktu antara 2 ulangan;
(c) penyebaran waktu ulangan mencegah lupa.
b. Membuat Catatan
Merupakan outline / rangkuman tentang gambaran garis-garis besar pelajaran itu. Catatan itu berfaedah bila kita hendak mengulangnya kelak.







0 komentar:
Posting Komentar